Bidang Air

UI Green Metric World Green University Ranking adalah Pemeringkatan Kampus Hijau Dunia yang digagas oleh Universitas Indonesia sejak tahun 2010. Pemeringkatan ini dimaksudkan untuk mengetahui usaha berkelanjutan kampus-kampus di dunia dalam bidang pendidikan dan penghijauan kampus untuk tujuan-tujuan berkelanjutan (sustainable). Dengan demikian UI GreenMetric merupakan pemeringkatan perguruan tinggi pertama di dunia berbasis komitmen perguruan tinggi dalam hal pengelolaan lingkungan hidup. Pemeringkatan kampus hijau ini membangkitkan kesadaran kampus untuk dikelola dengan bestari, hijau berseri demi mendukung terciptanya hidup sehat yang berkelanjutan bagi masyarakat sekitar.


Pada tahun 2017, untuk pertamakalinya Universitas Sumatera Utara mengikut ipemeringkatan Kampus Hijau Dunia ini dan memperoleh peringkat ke-11 di Indonesia. Selanjutnya pada tahun 2018, dengan berbagai perkembangan kampus hijau di Indonesia maupun seluruh dunia, USU memperoleh peringkat ke-14 Kampus Hijau di Indonesia, dan peringkat 253 dunia.


Tahun 2020 adalah tahun keempat USU mengikuti pemeringkatan UI Green Metric dan dengan demikian salah satu langkah pencapaian Visi USU sebagai word class university sudah dimulai. Untuk mempertahankan dan meningkatkan peringkat dalam UI Green Metric,USU perlu melakukan pemenuhan standar-standar kampus hijau secara berkesinambungan, disamping itu terdapat indikator di dalam UI Green Metric yaitu Watervdan sejauhvmana kepedulian USU didalam melakukan penghematan sumberdaya air di lingkungan kampus. Aspek penting dalam pengelolaan air adalah pemanenan air hujan (rain water harvesting) yang paling dapat dipergunakan untuk berbagai keperluan selain minum.


Saat ini USU masih menggunakan air PAM sebagai andalan/sumber air utama untuk memenuhi berbagai keperluan di kampus. Kota Medan yang berada di wilayah tropis dengan ciri mempunyai curah hujan yang tinggi jika tidak dikelola dengan baik dapat menimbulkan bencana/kerusakan seperti banjir. Sehingga untuk mengurai dampak negative dari curah hujan dengan intensitas yang tinggi dan meningkatkan persediaan air untuk kegiatan penyiraman Bunga, mencuci kendaraan, air wudhu dan lainnya maka perlu dibuat instalasi pemanenan air. Pemanenan air ini direncanakan dipasang pada Gedung-gedung baik fakultas maupun unit kerja lain dilingkungan USU yang memiliki luas bangunan minimal 450 m2 untuk dipasang alat pemanen air hujan.


Dengan adanya Revitalisai ini diharapkan USU dapat menghemat pembayaran air PAM, mengurangi genangan banjir di wilayah USU dan mampu memberikan contoh yang baik bagi civitas akademika maupun masyarakat luas khususnya kota medan mengenai budaya penghematan air. Kegiatan ini juga diharapkan akan menambah nilai didalam penilaian UI Green Metric tahun-tahun berikutnya.

TUJUAN
Secara umum tujuan USU untuk melakukan pemasangan alat pemanenan air hujan adalah membangun instalasi pemanen air hujan pada bangunan-bangunan di USU yang mempunyai luas minimal 450m2 supaya meningkatkan persediaan air untuk memenuhi kebutuhan air di USU serta
sebagai wujud nyata pemenuhan standar kampus hijau yang berkesinambungan.

 

SASARAN

  1. USU memiliki Gedung yang terpasang alat penakar air hujan minimal setiap Fakultas dan Lembaga sebanyak 1 set peralatan penakar hujan atau disesuaiakn dengan rasio luas bangunan dan areal terbukanya. Semakin tinggi luas areal terbangun dalam suatu fakultas maka semakin banyak instalasi pemanenan air yang diperlukan.
  2. Meningkatnya budaya hemat air di Universitas, akademisi, dan pihak lainnya dalam pengelolaan, pengembangan,dan pembangunan USU sebagai Kampus Hijau.

 

PROSEDUR PELAKSANAAN
Prosedur dan alur proses yang harus diikuti oleh USU adalah sebagai berikut :

  1. Mengidentifikasi Gedung di USU yang terkategori memiliki luas minimal 450m2 di setiap fakultas/lembaga dan ditetapkan gedung yang atapnya paling luas. Jika Fakultas mempunyai areal terbangun lebih banyak maka pada tahun 2020 diutamakan fakultas tersebut terlebih dahulu.
  2. Memasang instalasi pemanenan air hujan yang penempatannya disesuaiakan dengan ketersediaan lahan di sekitar.
  3. Penempatan instalasi pemanenan air hujan akan lebih baik jika mudah dijangkau terutama dengan areal parkir atau taman.